ASUHAN KEPERAWATAN RHINITIS ALERGI PDF

Terapi yang paling ideal adalah dengan menghindari kontak dengan allergen penyebabnya avoidance dan eliminasi 2. Preparat antikolinergik topikal adalah ipratropium bromide, bermanfaat untuk mengatasi rinore, karena aktifitas inhibisi reseptor kolinergik pada permukaan sel efektor. Tindakan konkotomi parsial pemotongan sebagian konka inferior , konkoplasti atau multiple outfractured. Learn more about Scribd Membership Home.

Author:Vokasa Dajinn
Country:Finland
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):15 January 2005
Pages:213
PDF File Size:3.10 Mb
ePub File Size:4.47 Mb
ISBN:895-1-31166-803-6
Downloads:81968
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fekree



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website.

Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Irma Irman n Soem Soeman antr tri, i, S.

Kp,, M. Restu Restunin ning g Widi Widiasi asih, h, S. Mat, selaku selaku fasili fasilitat tator or kami kami yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan dalam dalam penulis penulisan, an, karena karena kesempu kesempurnaa rnaan n itu hanyalah hanyalah milik-Ny milik-Nyaa semata.

Latar Latar Belakan Belakang g Masal Masalah ah Berbaga Berbagaii masala masalah h kesehata kesehatan n terus terus menerus menerus bermuncu bermunculan lan di Indonesi Indonesia. Akan tetapi, pemerintah belum cukup mengatasi masalah kesehatan tersebut. Salah satu masalah kesehatan yang sering muncul saat ini berhubungan dengan dengan pernafa pernafasan. Dari masalah masalah kesehata kesehatan n tersebu tersebut, t, calon calon tenaga tenaga kesehata kesehatan, n, harus harus terus terus mengk mengkaji aji berbag berbagai ai peny penyaki akitt yang yang muncu muncull untuk untuk dapat dapat memb membuat uat asuha asuhan n keperaw keperawatan atan yang yang sesuai sesuai dan tepat tepat agar masalah masalah kesehata kesehatan n secara secara bertahap bertahap dapat teratasi dan derajat kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Identifikasi kasus Adapun kasus pemicu dalam masalah ini adalah sebagai berikut : Pasien A 13 tahun datang ke rumah sakit dengan diantar orang tuanya dengan keluhan bersin yang terus menerus, rinorhea, nyeri kepala di daerah fronta frontal, l, adany adanyaa rasa rasa gatal gatal di hidung hidung dan mata mata,, lakri lakrima masi.

Pertanyaan : 1. Jela Jelask skan an oleh oleh anda anda anat anatom omii dan dan fisi fisiol olog ogii pern pernaf afas asan an bagia bagian n atas atas sesuai dengan kasus 2. Jelask Jelaskan an pengat pengatura uran n per pernaf nafasa asan n dan dan mekan mekanism ismee bers bersin in 3.

Jela Jelask skan an tent tentan ang g dife difere rens nsia iall diag diagno nosi siss kasu kasuss di atas atas rhi rhini niti tis, s, sinusitis, faringitis, tosilitis, dan laringitis 4. Jela Jelask skan an kons konsep ep peny penyak akit it kasu kasuss di atas atas 5. Proses ke keperawatan a. Diagn Diagnosa osa keper keperawa awata tan n dan dan Renca Rencana na tinda tindaka kan n untu untuk k kasu kasuss tersebut 6. Jela Jelask skan an aspek aspek pendi pendidi dika kan n kese keseha hata tan n yang yang akan akan dibe diberi rika kan n sesu sesuai ai kasus di atas Dalam makalah ini kelompok kami membahas sebuah kasus mengenai masalah gangguan pernafasan.

Tujuan Maksud pembuatan makalah ini adalah agar kami, sebagai mahasiswa mampu mampu melakuk melakukan an identifi identifikasi kasi mengena mengenaii kasus kasus yang yang telah telah kami kami sepakati sepakati,, dalam dalam hal ini ini kasus kasus pasie pasien n A 13 tahun tahun yang yang mende menderit ritaa penya penyakit kit rhinit rhinitis is,, merancang rencana asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, dan evaluasi pada kasus tersebut.

Anatomi sistem pernapasan atas 1. Rongga Hidung Cavum Nasi Hidung meliputi bagian eksternal yang menonjol dari wajah dan bagian internal berupa rongga hidung sebagai alat penyalur udara.

Hidung bagian luar tertutup oleh kulit dan disupport oleh sepasang tulang hidung. Rongga hidung terbagi atas 2 bagian, yakni secara longitudinal oleh septum hidung dan secara transversal oleh konka superior, medialis, dan inferior. Bagian — bagian rongga hidung 1 Terdapat rambut yang berperan sebagai penapis udara 2 Struktur konka yang berfungsi sebagai proteksi terhadap udara luar karena strukturnya yang berlapis 3 Sel silia yang berperan untuk melemparkan benda asing ke luar dalam usaha untuk membersihkan jalan napas Vestibulum yang dilapisi oleh sel submukosa sebagai proteksi 4 Dalam rongga hidung 5 Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum.

Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi 3 saluran oleh penonjolan turbinasi atau konka dari dinding lateral. Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung. Jalan napas ini berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirupkan ke dalam paru-paru.

Penghangatan dilakukan oleh jaringan pembuluh darah yang sangat kaya pada ephitel nasal dan menutupi area yang sangat luas dari rongga hidung. Dan pelembaban dilakukan oleh concha, yaitu suatu area penonjolan tulang yang dilapisi oleh mukosa. Maka letaknya di belakang larinx larinx-faringeal. Bagian sebelah atas faring dibentuk oleh badan tulang sfenoidalis dan sebelah dalamnya berhubungan langsung dengan esophagus. Tubulus auditorium terbuka dari dinding lateral nasofaring dan melalui lubang tersebut udara dibawa ke bagian tengah telinga.

Nasofaring dilapisi oleh membran mukosa bersilia yang merupakan lanjutan dari membran yang melapisi bagian hidung 2 Orofaring Orofaring dilapisi oleh jaringan epitel berjenjang. Saat menelan, pernapasan berhenti sebentar dan orofaring terpisah sempurna dari nasofaring dengan terangkatnya palatum. Pada bagian bawahnya, sistem respirasi menjadi terpisah dari sistem digestil. Makanan masuk ke bagian belakang, oesephagus dan udara masuk ke arah depan masuk ke laring. Terdapat lapisan-lapisan, yaitu : 1 Epitel Mukosa Respiratoria Yaitu epitel berderet silindris dengan 2 tipe : a Dengan sel goblet.

Silia akan bergerak untuk mendorong mucus keluar. Epitelnya tinggi dan bersilindris. Pembuluh Darah Berfungsi untuk menghangatkan.

Fungsinya : untuk melembabkan udara. Laring Laring tersusun atas 9 Cartilago 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar. Sedikit di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid.

Laring menghubungkan Laringopharynx dengan trachea, terletak pada garis tengah anterior dari leher pada vertebrata cervical 4 sampai 6.

Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. Biasanya berukuran lebih besar dan lebih menonjol pada laki-laki akibat hormone yang di sekresi saat pubertas.

Saat menelan, epiglottis secara otomatis menutupi mulut laring untuk mencegah masuknya makanan dan cairan. Pembuka di antara kedua pita ini adalah glottis. Mekanisme kerja glottis 1. Saat bernapas, pita suara terabduksi tertarik membuka oleh otot laring, dan glotis berbentuk triangular. Saat menelan, pita suara teraduksi tertarik menutup , dan glottis membentuk celah sempit. Fungsi spesifik laring 1. Trakea Trakea merupakan suatu saluran rigid yang memililiki panjang cm dengan diameter sekitar 2,5 cm.

Terdapat pada bagian oesephagus yang terentang mulai dari cartilago cricoid masuk ke dalam rongga thorax. Tuba ini merentang dari laring pada area vertebra serviks ke enam sampai area vertebra toraks kelima tempatnya membelah menjadi dua bronkus utama. Didalamnya mengandung pseudostratified ciliated columnar epithelium yang memiliki sel goblet yang mensekresikan mukus.

Fisiologi saluran pernapasan atas 1. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis dan pernapasan yang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diafragma. Diafragma dipersarafi oleh saraf frenik yang keluar dari medulla spinalis pada vertebra servical keempat. Perpindahan O2 di atmosfer ke alveoli,dari alveoli CO2 kembali ke atmosfer. Proses Difusi Difusi merupakan gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.

Difusi gas pernapasan terjadi di membran kapiler alveolar dan kecepatan difusi dapat dipengaruhi oleh ketebalan membran. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah hemoglobin untuk diangkut ke selsel jaringan tubuh.

Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi. Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 nya mm; menuju ke jantung. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 nya mmhg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 nya 0 - 40 mmhg.

Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Setiap mm3 darah dengan tekanan oksigen mmHg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena. Proses Transportasi Gas pernapasan mengalami pertukaran di alveoli dan kapiler jaringan tubuh.

Oksigen ditransfer dari paru- paru alveoli dan kapiler jaringan tubuh. Oksigen ditransfer dari paru- paru ke darah dan karbon dioksida ditransfer dari darah ke alveoli untuk dikeluarkan sebagai produk sampah. Transfer ini bergantung pada proses difusi.

Transpor O2 Sistem transportasi oksigen terdiri dari sistem paru dan sistem kardiovaskular. Proses pengantaran ini tergantung pada jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru ventilasi , aliran darah ke paru-paru dan jaringan perfusi , kecepatan difusi dan kapasitas membawa oksigen.

Sebagian besar oksigen ditransportasi oleh hemoglobin. Hemoglobin berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Molekul hemoglobin dicampur dengan oksigen untuk membentuk oksi hemoglobin. Transpor CO2 Karbon dioksida berdifusi ke dalam sel-sel darah merah dan dengan cepat di hidrasi menjadi asam karbonat H2CO3 akibat adanya anhidrasi karbonat.

Reaksi ini dapat bereaksi dengan cepat tanpa adanya enzim. Dengan demikian darah vena mentrasportasi sebagian besar karbon dioksida. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.

Pengaturan pernafasan dan mekanisme bersin 1. Pengaturan pernafasan a. Tiga pusat pengendalian atau pengaturan pernapasan normal yaitu: 1 Pusat Respirasi Terletak pada formatio retikularis medula oblongata sebelah kaudal.

Pusat respirasi ini terdiri atas pusat inspirasi dan pusat ekspirasi. Bersama-sama vagus menghambat pusat apneustik secara periodik. Secara kimia, pengaturan dipengaruhi oleh penurunan tekanan oksigen darah arteri dan peningkatan tekanan CO2 atau konsentrasi hidrogen darah arteri. Kondisi tersebut akan meningkatkan tingkat aktivitas pusat respirasi.

Perubahan yang berlawanan mempunyai efek penghambatan terhadap tingkat aktivitas respirasi.

BULLDOZER D11 PDF

Askep Rhinitis Alergi

Nearly 15 million Americans have eczema, a chronic skin condition marked by itchy, red patches of inflamed skin. Until recently, steroid creams applied to the skin were the only available treatment. They reduce inflammation but do so by interfering with the body's immune system. While still considered the treatment standard for eczema, these creams can cause side effects. They can cause thinning of the skin, stretch marks, easy bruising, and an increased risk of infection. These side effects are even more common when used for an extended period of time, such as when treating eczema.

DEFICIENCIA DE GLUT1 PDF

Laporan EBN Rhinitis

Dermatitis Atopik DA adalah peradangan kulit berulang dan kronis dengan disertai gatal. Dermatitis Atopik sering terjadi pada masa bayi dan anak, askep. Dermatitis atopik merupakan jenis eksim yang sering terjadi dan termasuk. Psoriasis and atopic dermatitis are common, chronic inflammatory skin diseases.

ARCGLOBE TUTORIAL PDF

Rinitis Alergi bst ppt.pptx

Dokumen : No. Pengertian Penanganan Rhinitis Akut adalah langkah-langkah yang dilakukan petugas dalam melakukan penatalaksanaan kasus Rhinitis Akut. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun iritan. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis.

CAMERON TEONE PDF

Patofisiologi Askep Rhinitis Alergi Electrolyte Imbalance Dizziness

Embed Size px x x x x Jadi rhinitis alergi adalah peradangan selaput lendir hidung karena alergi. Rhinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan allergen yang mekanisme ini diperantarai oleh IgE. Penyakit ini masih sering disepelekan, untuk itu perlu diberikan beberapa informasi agar penderita tidak terlalu meremehkan dan dapat mengetahui berbagai upaya untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Rhinitis alergi berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, penurunan produktifitas kerja, prestasi di sekolah, aktifitas sosial dan malah dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti depresi.

Related Articles