KEHAMILAN SEROTINUS PDF

Skip to search form Skip to main content You are currently offline. Some features of the site may not work correctly. DOI: There were risk factors for postterm birth, namely age and maternity parity. Purpose: This study aimed to investigate the relationship between age, maternity parity with the postterm birth in mother and child hospital RSIA Arafah Anwar Medika Sukodono Sidoarjo district.

Author:Kagajas Mazusho
Country:Germany
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):16 May 2018
Pages:419
PDF File Size:20.99 Mb
ePub File Size:17.90 Mb
ISBN:469-9-16886-593-3
Downloads:29679
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJolkree



Nama lain kehamilan lewat waktu adalah kehamilan serotinus, prolonged pregnancy, atau post-term pregnancy. Penyebab terjadinya kehamilan lewat waktu adalah adanya ketidakpastian mengetahui tanggal haid terakhir, terdapat kelainan kongenital anensefalus, atau terdapat hipoplasia kelenjar adrenal.

Komplikasi Kehamilan Lewat Waktu Komplikasi kehamilan lewat waktu terjadi baik pada ibu maupun janin. Komplikasi pada ibu meliputi timbulnya rasa takut akibat terlambat melahirkan atau rasa takut menjalani operasi yang mengakibatkan trias komplikasi ibu.

Komplikasi pada janin meliputi hal-hal berikut ini. Air ketuban normal pada kehamilan minggu adalah 1. Akibat oligohidramnion adalah amnion menjadi kental karena mekonium diaspirasi oleh janin , asfiksia intrauterin gawat janin , pada in partu aspirasi air ketuban, nilai Apgar rendah, sindrom gawat paru, bronkus paru tersumbat sehingga menimbulkan atelektasis.

Mekonium keluar karena refleks vagus terhadap usus. Peristaltik usus dan terbukanya sfingter ini membuat mekonium keluar. Dengan plasenta yang masih baik, terjadi tumbuh-kembang janin dengan berat 4. Akibatnya terhadap persalinan adalah perlu dilakukannya tindakan operatif seksio sesaria, dapat terjadi trauma persalinan karena operasi vaginal, distosia bahu yang menimbulkan kematian bayi, atau trauma jalan lahir ibu.

Pada usia kehamilan 37 minggu, luas plasenta 11 m2. Selanjutnya, terjadi penurunan fungsi sehingga plasenta tidak berkembang atau terjadi kaisifikasi dan aterosklerosis pembuluh darah. Penurunan kemampuan nutrisi plasenta menimbulkan perubahan metabolisme menuju anaerob sehingga terjadi badan keton dan asidosis. Terjadi dismaturitas dengan gejala Clifford yang ditandai dengan: a.

Masalah yang dihadapi pada kehamilan lewat waktu adalah risiko terhadap janin, waktu yang tepat untuk melakukan persalinan, menentukan persalinan per vagina versus per abdominal. Risiko kehamilan sulit dipastikan sehingga dapat menjurus risiko kematian janin intrauterin. Pada kehamilan lewat waktu juga dihadapi masalah kematangan serviks. Teknik Pertolongan Persalinan Teknik pertolongan persalinan pada kehamilan lewat waktu adalah dengan induksi oksitosin atau seksio sesaria.

Masalah yang dihadapi pada kehamilan lewat waktu Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melampaui usia hari 42 minggu dengan segala kemungkinan komplikasinya. Risiko kehamilan sulit dipastikan sehingga dapat menjurus risiko kematian janin intrauterin dan risiko makrosomia. Latar Belakang Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melampui usia hari 42 minggu dengan segala kemungkinan komplikasinya.

Nama lain kehamilan lewat waktu adalah kehamilan serotinus, prolonged pregenec atau post-term pregenancy. Penyebab terjadinya kehamilan lewat Waktu adalah adanya ketidakpastian mengetahui tanggal haid terakhir, terdapat kelainan kongenital anensefalus, atau terdapat hipoplasia kelenjar adrenal.

Pengertian Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melewati hari atau 42 minggu lengkap. Kapita Selekta Jilid 1 : Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melebihi 42 minggu belum terjadi persalinan. Manuaba, Kehamilan Post Matur adalah kehamilan yang berlansung lebih lama dari 42 minggu dihitung berdasarkan rumus Naogle dengan siklus haid rata-rata 28 hari.

Rustam Mochtar : Menjelang persalinan terjadi penurunan progesteron, peningkatan okstitosin tubuh dan reseptor terhadap pada kehamilan lewat waktu terjadi sebaliknya, otot rahim tidak sensitiv terhadap rangsangan karena ketegangan psikologis atau kelainan pada rahim.

Permasalahan Kehamilan Lewat Waktu Permasalahan kehamilan lewat waktu adalah plasenta tidak sanggup memberikan nutrisi dan pertukaran O2 sehingga janin mempunyai resiko sampai kematian dalam rahim. Makin menurunnya sirkolasi darah menuju sirkulasi plasenta dapa mengakibatkan : - Pertumbuhan janin main lambat. Atau dapt dibagi dalam 3 stadium : 1. Stadium 1 Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering rapuh dan mudah mengelupas.

Stadium 2 Gejala diatas disertai perwanaan meconium kehijauan pada kulit. Stadium 3 Terdapat perwarnaan kekuningan pada kulit atau tali pusat. Pengaruh Terhadap ibu dan Janin Terhadap ibu Persalinan post matur dapat menyebabkan distosia karena : a. Aksi uterus tidak terkoordinir. Janin besar. Moulding kepala besar Maka akan sering dijumpai partus lama, kesalahan letak, inersia uteri, distosia bahu dan perdarahan post partum.

Terhadap janin f. Penentu Keadaan Janin Penilaian Sebagai berikut : a. Tes tanpa tekanan Non Stress Test. Bila memperoleh hasil non reaktif maka dilanjutkan dengan tes tekanan oksitosin.

Gerakan janin Secara subyektif normal rata-rata 7 x 20 menit. Gerakan janin dapt pula ditentukan dengan pemeriksaan USE. Diagnosis - Bila tanggal hari pertama haid terakhir dicatat dan ketahui wanita hamil diangosis tidak sukar. Air ketuban yang diperoleh dipulas dengan sulfat bironil. Maka sel-sel yang mengandung lemak akan berwarna jingga alba. Kontraksi rahim yang kuat sehingga dapat mengancam Ketuban pecah saat pembukaan kecil. Reptur uteri membakat.

Gawat janin dalam rahim. Maka tetesan tersebut dipertahankan sampai terjadi persalinan apabila terjadi kegagalan, ulangi persalinan anjuran dengan selang waktu 24 jam sampai 48 jam. Memecahkan ketuban Memecahkan ketuban merupakan salah satu metode untuk mempercepat persalinan.

Setleah ketuban pecah ditunggu sekitar 4 sampai 6 jam dengan harapan otot rahim akan berlangsung apabila belum berlangsung kontraksi otot rahim dapat diikuti induksi persalinan dengan infus glukosa yang mengandung 5 unit oksitosin. Persalinan anjuran dengan menggunakan prostaglandin. Telah diketahui bahwa kontraksi otot rahim terutama dirangsang oleh protaglanin, pemakaian prostaglandin sebagai induksi persalinan dapat dalam bentuk infus intravena nasages dan pervaginam Prostaglandin Vagina Suppositoria.

Penyulit persalinan anjuran induksi persalinan Dalam melakukan persalinan anjuran dapat terjadi penyulit yang membahagiakan ibu maupun janin, sebagai berikut : a. Penyulit ibu Maternal - Kontrkasi otot rahim yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan ruptor uteri membakat.

Edema paru : Sesak nafas dan sianosis 2. Tekanan meningkat, terjadi pendarahan otak 3. Memecahkan ketuban, dapat menimbulkan infeksi b. Penyulit untuk janin - Kontraksi otot rahim menimbulkan asfiksia janin dalam rahim.

Persalinan berlangsung lebih dari 6 janin menyebabkan bahaya infkesi. Derasnya air ketuban dapat menimbulkan prolapsis tali pusat, prolapsis tangan atau kaki menimbulkan penyulit teknik persalinan - Persalinan yang berlangsung lama 1. Menimbulkan kelelahan ibu, dehidrasi, edema bagian bawah. Bahaya infeksi Persalinan anjuran meurpakan percobaan untuk membuktikan ketidakseimbangan diantara janin dan jalan lahir.

In particular, women are more likely to be oligo-ovulatory than polyovulatory, so cycles longer than 28 days are not uncommonly seen. Thus, not only the LMP date, but the regularity and length of cycles must be taken into account when estimating gestational age. Ultrasonographic dating early in pregnancy can improve the reliability of the EDD; however, it is necessary to understand the margin of error reported at various times during each trimester.

A calculated gestational age by composite biometry from a sonogram must be considered an estimate and must take into account the range of possibilities. Estimation range varies. For example, crown-rump length CRL is days, ultrasonography performed at weeks of gestation is days, at weeks is 2 weeks, and after 30 weeks is 3 weeks.

If the calculated ultrasonographic. The importance of determining by what method a pregnancy is dated cannot be overemphasized because this may have significant consequences if the physician delivers a so-called term pregnancy that is not or observes a so-called term pregnancy that is very postterm. Each of these 3 options may be used at any particular time during this 2-week period. Note that if the pregnancy is at risk for an adverse outcome from an underlying condition, either maternal or fetal, inducing labor may proceed without documented lung maturity.

Perinatal outcomes in postterm pregnancies Recent studies have shown that the risks to the fetus[14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26] and to the mother[23, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33] of continuing the pregnancy beyond the estimated date of delivery is greater than originally appreciated.

Risks have traditionally been underestimated for 2 reasons. First, earlier studies were published before the routine use of obstetric ultrasonography and, as a result, likely included many pregnancies that were not truly postterm.

As noted above, such a misclassification bias would artificially lower the complication rates of pregnancies designated postterm and increase the complication rates in those designated term, resulting in a diminution in the difference between term and postterm pregnancies. The second issue relates to the definition of stillbirth rates. Traditionally, stillbirth rates were calculated using all pregnancies delivered at a given gestational age as the denominator.

However, once a fetus is delivered, it is no longer at risk of intrauterine fetal demise, and use of this denominator has traditionally underestimated the risk of stillbirth.

The appropriate denominator is not all deliveries at a given gestational age, but ongoing undelivered pregnancies. Uteroplacental insufficiency, asphyxia with and without meconium , intrauterine infection, and anencephaly all contribute to excess perinatal deaths, although postterm anencephaly is essentially nonexistent with modern obstetrical care. For example, since postterm infants are larger than term infants, with a higher incidence of fetal macrosomia defined as estimated fetal weight 4, g [35] , they are, in turn, at greater risk for other complications.

Meconium aspiration syndrome refers to respiratory compromise with tachypnea, cyanosis, and reduced pulmonary compliance in newborns exposed to meconium in utero and is seen in higher rates in postterm neonates.

Some of the fetal risks such as presence of meconium, increased risk of neonatal academia, and even stillbirth have been described as being greater at 41 weeks of gestation and even at 40 weeks of gestation as compared with 39 weeks gestation.

In addition to stillbirth being increased prior to 42 weeks of gestation, one study found that the risk of neonatal mortality also increases beyond 41 weeks of gestation. Indeed, neonatal morbidity including meconium aspiration syndrome, birth injury, and neonatal acidemia appears to be the lowest at around 38 weeks and increase in a continuous fashion thereafter.

While preterm delivery is a well-established risk factor for cerebral palsy, a recent study suggested that delivery at 42 weeks or later is also associated with increased risk RR 1.

Such complications as chorioamnionitis, severe perineal lacerations, cesarean delivery rates, postpartum hemorrhage, and endomyometritis all increase progressively after 39 weeks of gestation. In certain cases eg, nonreassuring surveillance, oligohydramnios, growth restriction, certain maternal diseases , the decision is straightforward. In these high-risk situations, the time at which the risks of remaining pregnant begin to outweigh the risks of delivery may come at an earlier gestational age eg, 39 weeks of gestation.

However, frequently several options can be considered when determining a course of action in the lowrisk pregnancy. The certainty of gestational age, cervical examination findings, estimated fetal weight, patient preference, and past obstetric history must all be considered when mapping a course of action. In addition, the potential for increasing the risk for cesarean delivery with a failed induction is far less likely in the era of safe and effective cervical ripening agents.

ASSIMIL FRANCES SIN ESFUERZO PDF

Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Kehamilan Serotinus di RSDM Surakarta

.

DIN 18217 PDF

Kehamilan Lewat Waktu

.

CALCULO DE UNA VARIABLE TRASCENDENTES TEMPRANAS DENNIS G ZILL PDF

The Relationship between Age and Maternity Parity with Postterm Birth

.

Related Articles